Newest Post

Untukmu yang Tak Sadar Sudah Patahkan Hatiku, Maafkan Keegoisanku yang Ingin Memilikimu Walau Kutahu Tuhan Menciptakanmu Hanya Satu

| Senin, 25 April 2016
Baca selengkapnya »

'Hatiku butuh jeda untuk sembuh.
Hai kamu…
Lelaki agamis yang ku kenal baik yang pada awal perkenalan kita sebagai teman saling membully dan melempar lelucon tak jelas. Ada sensasi berbeda ketika kita terus menghibur satu sama lain. Kamu mulai menggenapi apa yang tidak ada dihatiku dan aku nyaman. Tak perlu waktu lama untuk jatuh hati padamu. Kamu yang pertama membuat setiap ekspektasi tentang tipe pasanganku tak lagi berarti.
Yang penting aku bahagia.
Ada hal yang berbeda membuat percakapan kita tidak lagi sesederhana saling membully. Kita mulai saling menyemangati dan melempar perhatian. Tapi… ini mungkin salahku yang terlalu cepat jatuh hati. Kata orang, baper.

Ah… sungguh wanita mana yang tak akan melambung hatinya jika diberi perhatian, wanita mana yang tak bersemu wajahnya jika dipuji? Mungkin aku yang salah…
Waktu pun tidak begitu senang melihatku bahagia karenamu. Waktu mulai menjawab siapa dirimu. Ya.. Kamu… ternyata  sudah siap mempunyai pendamping hidup. Lalu aku bisa apa? Rapalan do'aku berguguran mulai saat itu. Kenyamananku terusik, karena nyaman seperti apa yang aku jalani sedang setiap hari aku harus menutup luka?
Selalu begitu, ketika fajar mulai tenggelam dalam peraduannya justru pikiranku tentangmu beringsut naik untuk bisa kuingat. Semua sudah terlanjur. Seperti kopi yang terlanjur banyak gula misalnya. Aku pun terlanjur jatuh hati, aku terlambat untuk pergi.
Yang baik dalam dirimu boleh aku ambil? Selebihnya akan ku buang, termasuk kenangan. Maafkan atas ketidaktahuanku.
Maafkan keegoisanku yang ingin memilikimu walau ku tahu Tuhan menciptakanmu hanya satu tidak dua.
Lanjutkanlah harimu seperti dulu. Aku ingin sendiri karena hatiku butuh jeda untuk sembuh.
Indri Rus Haryani

Indri Rus Haryani

Penulis amatir, penyuka sastra, penikmat roti, pecandu kopi dan pecinta kamu.

Jelaga Daun Hitam

| Rabu, 17 Februari 2016
Baca selengkapnya »
sesuatu berbisik pada dedaunan.. berangguk angguk dan melambai.
angin itu.... sedang bercengkrama dengan ranting-ranting lemah gemulai.
aroma asing tercium saat panas menyorot pada sesuatu di pepohonan.
daun itu... terbakar..
serbuk-serbuk terbang, beraroma amunisi ringan.
csssttt.... Gosong, jelaga hitam menempel dimana-mana..
debu itu terbang...
lagi-lagi sang angin membawa segala hal, porak-porandakan debu-debu di lautan.
beriak-riak air di lautan, bercampur debu daun terbakar, berbuih dan hilang, hilang..
Ombak itu.. endapkan Debu dedaunan.
kali ini, ombak yang bernada. wussshhh..... Dam Dum Dam Dum...
berdansa dengan angin di lautan...
biarkan aku Menari... Menari.. dan Menari... ~~
By : Shine *
     


Jelaga Daun Hitam

Posted by : nur lailatul ana
Date :Rabu, 17 Februari 2016
With 0komentar

Taman Hati

| Rabu, 10 Februari 2016
Baca selengkapnya »


Basah… setetes embun selalu membasahi rerumputan di pagi hari hingga aroma rerumputan dan embun itu menyatu di udara.
Seperti dirimu yang selalu membasahi kegersangan di dalam hatiku.
Setandus apapun diriku,, siang dan malam tida henti kau singgahi, sepanas apapun bara mentari itu menerpamu.
Aku….. bukan lautan yang mampu membendung tetes embunmu, aku juga bukan tanaman layu yang harus selalu kau rawat, namun… aku sebuah ladang gersang yang tak berpenghuni. Hingga..  kau rawat ladang itu. Kau penuhi dengan aroma dan beragam warna, dan hidupkan jiwaku.
Saat aku ingin pergi darimu, aku selalu tak bisa urusi rasaku.
Saat kau menghilang dariku, aku selalu merasa lebih gersang dari keadaanku sebelumnya.
Kamu…adalah penghuni hatiku. Yang setiap waktu akan menjaga taman-taman di ladangmu. tak pernah mnyerah untuk merawatnya, meskipun kegagalan dan harapan terus sirnah.
Kamu…pemilik hatiku, curi aku dan anganku setiap waktu.
Saat badai datang, kau topang dengan tiang tiang kokoh.
Saat oleng karna topan, kau tegakkan lagi, lagi dan lagi.
Saat hendak roboh… kau angkat hingga berdiri tegak seperti semula.
Ituu kamu…
Lalu.. jangan biarkan aku pergi. Tahan aku, kuatkan aku, dan yakinkan aku setiap waktu.
Kamu… penghuni baruku. ^^


Taman Hati

Posted by : nur lailatul ana
Date :Rabu, 10 Februari 2016
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲