Malam ini tiba" hujan rintik rintik datang,
Mendung bergelayut sedari tadi mulai mnitikkan bulir" kristal k tanah" kering dan aspal jalan.
Debu" trotoar nampak semakin lengket dn menggumpal.
Sejenak lekang,,, tak ada suara kcuali rintihan angin d dedaunan dan genteng" perumahan.
Lagi lagi tak ada suara kcuali tetes" air yg terus berdenting di atas
material, berpacu dengan suara detak jarum jam di dinding perumahan.
Ada yang aneh,,,
Sekilas ku lihat pergelangan tangan, ku sentuh dan ku bolak balikkan rantai besi yg melingkar.
Jam tangan usang ternyata Mati,,, berhnti berdetak dn berirama dg hujan.
Tapi bukan ini yg aneh,
Lalu apa?
Ku pandangi wajahku d kaca" pinggir jalan.
Mataku basah, memerah, tatapanku terus saja mnerobos titik titik hujan.
Jantungku seakan brhnti berdetak, melemah dan mulai mencair seperti air hujan.
Badanku tak basah karna air hujan, bajuku, tanganku, kakiku kering tapi wajah ini basah kuyup.
Tuhan, hujan ini anugrahmu yg datang scara tiba" untuk mnemaniku.
Mnemani langkah kakiku d tengah lekangnya malam. Mnjauhkanku dr
keramaian manusia. Dan mmbuatku berpikir, kau slalu ada untukku di saat
apapun.
Terimakasih telah memberiku waktu, setidaknya untuk maluapkan hal" yg tak bsa ku ungkapkan dg lisan dn tulisan.
5 menit gerimismu mampu obati stengah luka ini.
Lalu,,, gerimismu datang lebih lama dan mmpu sembuhkan luka ini.
Subhanallah, Allahuakbar...
Ctatan d bawah gerimis. #berteduh #ngaob #ojhen #lapar



0 komentar:
Posting Komentar