Taman Hati

| Rabu, 10 Februari 2016


Basah… setetes embun selalu membasahi rerumputan di pagi hari hingga aroma rerumputan dan embun itu menyatu di udara.
Seperti dirimu yang selalu membasahi kegersangan di dalam hatiku.
Setandus apapun diriku,, siang dan malam tida henti kau singgahi, sepanas apapun bara mentari itu menerpamu.
Aku….. bukan lautan yang mampu membendung tetes embunmu, aku juga bukan tanaman layu yang harus selalu kau rawat, namun… aku sebuah ladang gersang yang tak berpenghuni. Hingga..  kau rawat ladang itu. Kau penuhi dengan aroma dan beragam warna, dan hidupkan jiwaku.
Saat aku ingin pergi darimu, aku selalu tak bisa urusi rasaku.
Saat kau menghilang dariku, aku selalu merasa lebih gersang dari keadaanku sebelumnya.
Kamu…adalah penghuni hatiku. Yang setiap waktu akan menjaga taman-taman di ladangmu. tak pernah mnyerah untuk merawatnya, meskipun kegagalan dan harapan terus sirnah.
Kamu…pemilik hatiku, curi aku dan anganku setiap waktu.
Saat badai datang, kau topang dengan tiang tiang kokoh.
Saat oleng karna topan, kau tegakkan lagi, lagi dan lagi.
Saat hendak roboh… kau angkat hingga berdiri tegak seperti semula.
Ituu kamu…
Lalu.. jangan biarkan aku pergi. Tahan aku, kuatkan aku, dan yakinkan aku setiap waktu.
Kamu… penghuni baruku. ^^


0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲