Basah…
setetes embun selalu membasahi rerumputan di pagi hari hingga aroma rerumputan
dan embun itu menyatu di udara.
Seperti dirimu
yang selalu membasahi kegersangan di dalam hatiku.
Setandus
apapun diriku,, siang dan malam tida henti kau singgahi, sepanas apapun bara
mentari itu menerpamu.
Aku…..
bukan lautan yang mampu membendung tetes embunmu, aku juga bukan tanaman layu
yang harus selalu kau rawat, namun… aku sebuah ladang gersang yang tak
berpenghuni. Hingga.. kau rawat ladang
itu. Kau penuhi dengan aroma dan beragam warna, dan hidupkan jiwaku.
Saat aku
ingin pergi darimu, aku selalu tak bisa urusi rasaku.
Saat kau
menghilang dariku, aku selalu merasa lebih gersang dari keadaanku sebelumnya.
Kamu…adalah
penghuni hatiku. Yang setiap waktu akan menjaga taman-taman di ladangmu. tak
pernah mnyerah untuk merawatnya, meskipun kegagalan dan harapan terus sirnah.
Kamu…pemilik
hatiku, curi aku dan anganku setiap waktu.
Saat badai
datang, kau topang dengan tiang tiang kokoh.
Saat oleng
karna topan, kau tegakkan lagi, lagi dan lagi.
Saat hendak
roboh… kau angkat hingga berdiri tegak seperti semula.
Ituu kamu…
Kamu…
penghuni baruku. ^^



0 komentar:
Posting Komentar