kau buatku terhempas jauh pada lahan luas.
aku berdiri dan berputar memilih kemana arah yang akan aku tuju.
aku diam bukan karna ku benci padamu,
hanya saja aku berpikir,
bagaimana mungkin daun sepertiku tak kau berikan tempat lagi untuk skedar menempel pada dahanmu.
lalu.. aku terus berjalan
kurasa itu bukan sebuah luka yang kudapat,
melainkan sebuah kesempatan yang harus aku pergunakan.
ya,, kesempatan untuk meluaskan hatiku yang sedang sempit,
mengobati hatiku yang sedang lecet,
dan menenangkan hatiku yang sedang mengeluh.
aku suka caramu menyakitiku,
aku suka caramu melukai perasaanku,
aku suka caramu membuatku menangis tersedu,
aku suka caramu meninggalkanku,
aku suka semua tentangmu padaku.
jika saja aku bisa memilih antara membalas dan mengampunimu
maka aku tak akan memilih keduanya,
membalas tanpa belas kasih, itu sadis,
dan memeaafkanmu begitu saja, itu pincang.
sekali lagi aku suka atas luka ini,
bukan pada apa yang kurasakan tapi lebih kepada apa yang bisa aku lakukan.
aku tertawa memikirkannya.
lalu kenapa kau hanya diam melihatku baik-baik saja.
kemana dirimu yang dulu?
yang suka ketika aku menangis dan memohon padamu?
yang suka saat aku gila memikirkanmu?
yang suka saat aku marah karna fotomu dengan wanita lain?
yang bahagia saat kau bisa mempermainkan perasaanku.
apa itu saja yang bisa kamu lakukan?
kenapa tak kau lakukan lebih padaku.
bagaimanapun, aku berhak mengucapkan terimakasih atas kesempatan itu.
kau telah bersanding di dekatku hanya untuk memberikan luka, bukan cinta.



0 komentar:
Posting Komentar