Di Depanku ada Kamu

| Senin, 12 Januari 2015
Terus berjalan dan menatap ke depan. Tetap saja menatap kedepan tanpa harus menoleh kekanan, kekiri maupun belakang. Jangan hiraukan perasaan perasaan aneh yang sering muncul meskipun pada kenyataannya kesedihan tak bisa lagi di bendung. Biarkan orang lain melihat, biarkan ia juga melihat saat kamu terdiam. Biarkan senyum tetap terlukis di wajahmu yang datar dan biarkan ekspresi datar itu sekali-kali menjadi cirri khasmu saat duniamu tak lagi bersahabat. Mungkin kamu perlu tak merespon dunia yang tak lagi indah dan beralih melihat keindahan dunia dari belahan lain. Hijrahhh,, tidak perlu tempat yang jauh dan sepi, terhalang ruang dan waktu untuk bertemu dengan orang-orang yang masih mngasihi kita seperti orang tua, teman-teman bahkan tuhan. Hijrahhh, sejatinya mengubah keadaan hati bukan hanya mengubah keadaan setting belaka. Ketenangan yang kita cari dan butuhkan bukan hanya kesenangan sementara di depan mata. Bolehlah kamu termenung namun jangan biarkan yang lain tahu tentang apa yang kamu pikirkan. Untuk apa??? Percuma juga mereka tahu namun itu tetap tidak akan ada manfaatnya. Permasalahan apapun yang kamu miliki sekalipun itu permasalahan hati, sembunyikan saja semuanya dengan baik dan rapi di hatimu. Butlah semua itu seakan lelucon saja. Ya,,, lelucon yang bisa saja di tertawakan oleh orang lain ketika mendengarkan dan lelucon untuk dirimu sendiri. Lelucon yang belum bisa kamu pecahkan saat itu. Belum mampu kamu selesaikan dan hanya kamu renungi saja. Yahhh,, ini memang lelucon. Lelucon hidup yang pastinya semua orang pasti akan rasakan. Hanya saja kebanyakan dari mereka berpura-pura tegar. Bukan hanya orang lain bahkan orang yang sedang kamu pikirkanpun hanya menganggap lelucon belaka. Hiburan hati dan pengalaman!. Kadang kamu mengaggapnya terlalu serius, hingga kamupun di tertawakan saat menyadarinya. Cobalah sekali-kali tertawakan keadaanmu. Meskipun pada ahirnya itu menjadi sesuatu yang lucu sekaligus menyakitkan.
Dear,,, kamu. Sedalam itukah perasaanmu padanya???
Sesakit dan seluka itukah hatimu mendengarnya dengan yang lain?
Aku tahu, berkali-kali kau coba alihkan perhatianmu pada yang lain namun kau tetap saja tak bisa merubah hatimu pada satu nama itu. Apa yang kamu bayangkan? Apa yang kamu harapkan? Orang yang telah pergi meninggalkanmu terluka dengan sejuta janjinya, masihkah kau mengharapkannya? Sehebat apa dia? Sebaik apa dia? Sebegitu berhargakah dirinya?
Kamu, ya kamu,,,,, kenapa tak kau alihkan cintamu pada tuhan saja? “sudah,,” kau bilang sudah?
Arghhh,, lagi lagi kamu berbohong. Aku tak percaya. Kamu hanya tersenyum. Ya,, aku tahu. Kamu sudah pasrah. Sudah memasrahkan semuanya pada tuhan, benar-benar pasrah dan berserah diri. Kadang aku iri padamu. Kamu bisa saja berbangga hati, tertawa seakan tak ada masalah dan lagi-lagi kamu bersembunyi dari hatimu sendiri. Kamu pembohong yang lihai dan professional. Kamu tutupi tangismu tidak hanya dengan kedua tanganmu tapi juga dengan pikiranmu. Kau memainkan drama yang benar-benar memintamu untuk jadi pemeran utama. Ahirnya semua orang percaya padamu, percaya bahwa kamu tegar dan tak ada beban. Mungkin karna mereka tak pernah melihatmu menangis di pojokan atau tak pernah mendengar kisahmu yang sebenarnya. Berbeda denganku,, kau bilang, aku paham keadaanmu, aku tau pemikiranmu, aku tau hatimu karna hanya aku yang mampu mendengarkanmu dan memahamimu. Apakah aku special bagimu? Bila saja aku special bagimu maka jadikanlah aku special juga di hadapan tuhanmu. Jangan hanya mngenalkanku padanya tapi ajaklah aku untuk sering berkunjung padaNya. Katakan, aku ingin sering-sering merindukannya seperti kamu merindukan Ia pula.
Kamu terbahak-bahak mendengar permintaanku. Kau bilang aku teman?? Kenapa tak kau kabulkan saja. Aku teman yang sering melihat jemari-jemari tanganmu kaku dan kasar, kau terlalu sering mengacuhkan aku dan memilih berteman dengan benda mati. Pena, buku, pensil, gadget, dan hp bututmu. Kamu menjadikan aku special tapi kau menjadikan mereka super istimewa. Lagi lagi aku cemburu teman,, males lihat kamu dengan mereka, tapi di sisi lain aku senang melihatmu bisa tertawa karena mereka adalah duniamu. Apa kau akan terus begitu? Menurutku, kamu seharusnya meninggalkan kebiasaan burukmu berbicara dengan benda benda itu. Mulailah membuka hati dan matamu. Aku bukan asal bicara hanya saja aku mengajarimu untuk percaya pada realita yang ada. Jangan hanya menatap dan tersenyum padaku. Aku tahu, kau diam dan tetap tak ingin berkomentar. Bermain-main dengan pikiranmu sendiri dan bayanganmu. Lagi-lagi aku harus memahami itu. Ingatlah, seorang pemabuk takkan berhenti minum sebelum ia merasakan sakitnya akibat terlalu banyak meminum alcohol. Begitupun kamu, kamu sudah merasakan sakitnya lalu kamu berhenti begitu saja tanpa memperbaikinya. Ambillah resiko untuk hidupmu bung…..!.
Ciahhhhh,,, aku sok bijak dalam kasusmu, tapi tidak dalam kasusku. Sambil membaca Qulhu Allah hu ahad, Allahusshomad lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuan ahad Aku pun berlalu dari hadapanmu.. hihihihi…


0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲