Perasaan cinta memamg aneh. Kadang kita merasa
tidak membutuhkan orang lain selain dia. Hal ini di sebabkan karna hanya satu
orang itulah yang mampu memahami kita bahkan lebih dari orang tua dan keluarga
kita yang lain. Sebab kita lebih banyak meluangkan waktu bersama orang yang
kita cintai. kita lebih terbuka entang segala hal yang berhubungan dengan
pribadi kita di bandingkan dengan orang tua kita. Kita merasa malu ketika orang
tua tau akan masalah kita atau mungkin hal-hal yang kita rasakan. Kita sering berpikir
mereka terlalu sibuk untuk memikirkan masalah kita, atau orang tua kita terlalu
punya banyak masalah pribadi sehingga tidak akan mampu memikirkan masalah kita
apalagi mendengarkan masalah kita sebagai anak remaja yang mungkin monoton,
atau orang tua kita yang kurang peka terhadap anaknya, kurang harmonis, bahkan
broken home bisa sama sekali tidak mmepedulikan pribadi seorang anak. Oleh
sebab itu, kita sebagai seorang anak cenderung mencari pelarian dan menciptakan
dunianya sendiri. Dimana zona aman, senang, sedih, dan bahagia di ciptakan di
luar kebersamaannya bersama orangtua. Anak muda seperti itu lebih focus dan
nyaman ketika bersama seseorang yang di cintainya. Status keluarga, hanyalah
status formalnya saja, tapi sebenarnya sang anak tidak akan merasa senang
ketika berada di tengah keluarga yang kurang memahami dirinya. Apalagi sang
anak tumbuh dalam KDRT ataupun kekerasan fisik yang sering ia rasakan dari
orang tuanya selama masih kecil. Di jamin, si anak akan cenderung menjadi
pribadi yang tertutup kepada orang tuanya dan lebih terbuka kepada orang yang
dirasa mampu mendengarkan dan membantunya di luar sana. Jika ada beberapa orang
tua yang merasakan perubahan sikap dari anaknya ketika beranjak dewasa nannti,
tak sepatutnya orang tua menyalahkan sang anak. Seorang anak yang di didik
dalam kekekrasan akan belajar untuk membangkang dan seorang anak yang di didik
dengan manja akan sering merengek nantinya. Yang di inginkan anak bukanlah
harta benda yang mewah bukan pula cambukan di setiap kesalahan namun kepedulian
orang tua dan kepercayaanlah yang mereka butuhkan. Rasanya system bebas namun
terbatas perlu di terapkan kepada anak di era modern ini. Dimana kebebasan itu
diberikan kepada anak, anak belajar untuk mempertanggung jawabkan setiap perbuatanya.
Sebagai orang tua hendaklah keras tapi tidak dalam bentuk fisik, jangan
sekali-kali menghina sang anak apalagi dengan sebutan “BODOH”. Seharusnya orang
tua lebih bersikap bijaksana dala mendidik anak, jangan terlalu menampakkan
percecokan di hadapan sang anak, jangan sering mengeluh masalah keadaan
ekonomi, kurangi mengumbar janji ini itu kepada anak, realistis, sopan dan
sederhana. Itulah sikap yang akan di contoh nantinya oleh seorang anak. Sebab
pada dasarnya orang tua adalah suri tauladan yang akan di conto hingga anaknya
tua nanti. Kebanyakan dari mereka akan menerapkan system didikan yang sama
kepada keturunannya nanti.
Terlepas
dari semua kasus orang tua dan anak itu. Setelah sang anak memiliki dunianya
sendiri bersama teman maupun pacar mereka akan menggeser posisi orang tua di
hati mereka. Mereka cendrung berpikir akan mampu melewati segala rintangan
hanya dengan sang pacar maupun teman tanpa bantuan orang tuanya. Mereka merasa
tidak membutuhkan siapa-siapa lagi sehingga mereka bersikap cuek bebebk kepada
orangtuanya. Kenyataannya, mereka tidak bisa apa-apa dan ketika mereka putus,
istilahnya “broken heart” mereka merasa stress dan putus semangat. Mereka tidak
sadar bahwa cinta orangtualah yang lebih setia di bandingkan dengan pacar atau
sekedar teman. Terlebih lagi cina tuhan kepada kita. Di saat-saat seperti
inilah sang anak akan sadar bahwa ia hanya menuruti nafsu semata. Mengikuti
kesenangan yang hanya sesaat bersama pacar atau teman-temannya. Ketika, sang
anak mulai sadar, ia akan berpikir seharusnya ia lebih terbuka kepada tuhan dan
juga orangtuanya di bandingkan dengan orang lain. Bila keadaan ini sudah
terjadi maka bersiap-siaplah membuat hati anak anda ber empati pada anda lagi.
Dengan cara lebih memberikan perhatian yang besar lagi kepada mereka tapi tidak
dengan cara di manja. Laibatkan mereka pada kondisi di dalam rumah tangga.
Ajarkan mereka memegang peran dan tanggung jawab sebagai orang yang dewasa.
Beri mereka kepercayaan penuh agar bisa bertanggung jawab pada setiap apa yang
telah mereka lakukan dengan memberikan semua resiko kepada mereka sendiri.
Namun, mulailah dari diri sendiri dulu, dari hal-hal kecil, ber emapti kepada
anak anda akan memberikan feedback yang bagus nanntinya. Selamat mencoba..,,,



0 komentar:
Posting Komentar